Dear Mr P
Mr P yang terhormat, Mr P yang dipilih oleh 60% pemilih di pemilihan kemarin, Mr P yang terpilih langsung 2 kali menjadi pemimpin setelah reformasi, begitu banyak rakyat ini memandatkan kepercayaanya kepada bapa. Saya sebagai rakyat yang memilih langsung bapa hanya ingin curhat ke bapa. Bapa juga kan suka curhat toh ke saya, sekarang gantian hehe.
Ko akhir-akhir ini, Negara tercinta kita berdua ini dapet cobaan y Mr P?! Pliss jangan jawab sama dengan pembantu bapa yang bilang semua cobaan yang terjadi di Negara kita ini karena banyaknya maksiat atau moral yang bobrok karena video porno, saya harap bapa bisa lebih pintar dari pembantu bapa yang satu itu. Setahu saya nih y pa, kalau bencana seperti longsor, banjir, gunung meletus, gempa itu, ga ada hubungannya ma video porno P, setahu saya juga klo kejadian” yang tadi saya sebutkan itu bisa dijelaskan secara ilmiah, contohnya banjir, kejadian ini bisa diakibatkan karena, tidak ada tempat air yuntuk mengalir dikarenakan tingkat kedisplinan manusianya kurang dalam hal menyadari membuang sampah pada tempatnya, kedua longsor, setahu saya yang awam ini ya pa, kalo longsor tu daerah resapan airnya habis, seiring dibuatnya pemukiman yang seharusnya tidak dibangun bangunan di tempat itu, maka tanahnya jd lembek kalo hujan. Logika saya g sampe pada video porno itu bisa menyebabkan ini semua. Udah ah pa, kalo ngomongin pembantu Mr P yang salah jurusan itu surat saya bisa jadi surat berantai .
Pertanyaan selanjutnya kenapa seh Mr P suka banget ma kata” prihatin, ga ada kosakata lain y?! terus bapa suka kepancing yang g penting dikomentarin secara langsung tp yang penting malah utus jubir atau sekneg. Lagian nih ya P, jubir bapa tu berubah fungsi jadi juri bantah, kepancing mau eksis di tivi kali y pa, sama kaya bapa eksis,:p ,penyanyi dan penulis lagu, yang lagu ciptaan bapa tiba” terdengar di acara kenegaraan. Bukannya saya g suka lagu bapa, saya senang pemimpin saya punya passion di bidang seni , sedikit hiburan biar g stress. Saya menghargai bapa walaupun tanggepannya telat tapi masih bisa kasih statement tentang semua hal. Tapi ada baiknya sekali-kali kalau masalah udah urgent tu ya cepetan dikit gt pa.
Hmmm, kadang saya juga merasa Mr P tu cari aman dalam menanggapi masalah, apalagi kalau isu-isunya sensitive, bapa tu rasanya takut membuat sesuatu yang bisa merugikan bapa atau partai yang mendukung bapa, boleh saya tanya pa? kalau Mr P di suruh milih, bapa lebih baik ditinggal partai pendukung bapa atau ditinggal rakyat yang telah memilih bapa secara ikhlas? Coba pilih mana pa? sebagai orang yang memilih bapa, saya kadang jengkel dengan orang-orang yang bisanya mengejek bapa, secara tidak langsung mereka itu mengejek saya, orang yang memilih bapa. Tapi kalo pada akhirnya bapa tetep memilih untuk tidak berubah, secara langsung saya bilang kalo saya kecewa terhadap bapa, dan menurut saya kecewa tuh lebih dari marah. Sebagai manusia kita tidak bisa membuat orang-orang sekeliling itu menyukai kita semua, buatlah sesuatu yang baik dan itu akan kembali baik untuk kita. Nabi juga dulu banyak yang ga sukanya pa, kenapa bapa tidak berani seperti beliau, bapa sendiri sering member pidato, kita harus mencontoh nabi, tapi kenapa bapa sendiri takut untuk mencoba?! Saya tahu memimpin Negara ini berat dan tidak mudah, sangat berat mengingat luasnya Negara ini, tapi kalau bapa bertindak benar, menjalankan mandat rakyat dengan benar pula, bapa tidak sendiri dalam memimpin Negara besar ini, kami selaku rakyat akan ikhlas mendukung bapa, tanpa imbalan sekali, tidak seperti partai pendukung bapa yang meminta kursi di pemerintahan, kita tidak akan meminta apapun, trust me it works.
Sekalian surat ngawur dari saya.
