Rabu, 29 September 2010

To lovely Mr P

Dear Mr P


Mr P yang terhormat, Mr P yang dipilih oleh 60% pemilih di pemilihan kemarin, Mr P yang terpilih langsung 2 kali menjadi pemimpin setelah reformasi, begitu banyak rakyat ini memandatkan kepercayaanya kepada bapa. Saya sebagai rakyat yang memilih langsung bapa hanya ingin curhat ke bapa. Bapa juga kan suka curhat toh ke saya, sekarang gantian hehe.

Ko akhir-akhir ini, Negara tercinta kita berdua ini dapet cobaan y Mr P?! Pliss jangan jawab sama dengan pembantu bapa yang bilang semua cobaan yang terjadi di Negara kita ini karena banyaknya maksiat atau moral yang bobrok karena video porno, saya harap bapa bisa lebih pintar dari pembantu bapa yang satu itu. Setahu saya nih y pa, kalau bencana seperti longsor, banjir, gunung meletus, gempa itu, ga ada hubungannya ma video porno P, setahu saya juga klo kejadian” yang tadi saya sebutkan itu bisa dijelaskan secara ilmiah, contohnya banjir, kejadian ini bisa diakibatkan karena, tidak ada tempat air yuntuk mengalir dikarenakan tingkat kedisplinan manusianya kurang dalam hal menyadari membuang sampah pada tempatnya, kedua longsor, setahu saya yang awam ini ya pa, kalo longsor tu daerah resapan airnya habis, seiring dibuatnya pemukiman yang seharusnya tidak dibangun bangunan di tempat itu, maka tanahnya jd lembek kalo hujan. Logika saya g sampe pada video porno itu bisa menyebabkan ini semua. Udah ah pa, kalo ngomongin pembantu Mr P yang salah jurusan itu surat saya bisa jadi surat berantai .

Pertanyaan selanjutnya kenapa seh Mr P suka banget ma kata” prihatin, ga ada kosakata lain y?! terus bapa suka kepancing yang g penting dikomentarin secara langsung tp yang penting malah utus jubir atau sekneg. Lagian nih ya P, jubir bapa tu berubah fungsi jadi juri bantah, kepancing mau eksis di tivi kali y pa, sama kaya bapa eksis,:p ,penyanyi dan penulis lagu, yang lagu ciptaan bapa tiba” terdengar di acara kenegaraan. Bukannya saya g suka lagu bapa, saya senang pemimpin saya punya passion di bidang seni , sedikit hiburan biar g stress. Saya menghargai bapa walaupun tanggepannya telat tapi masih bisa kasih statement tentang semua hal. Tapi ada baiknya sekali-kali kalau masalah udah urgent tu ya cepetan dikit gt pa.

Hmmm, kadang saya juga merasa Mr P tu cari aman dalam menanggapi masalah, apalagi kalau isu-isunya sensitive, bapa tu rasanya takut membuat sesuatu yang bisa merugikan bapa atau partai yang mendukung bapa, boleh saya tanya pa? kalau Mr P di suruh milih, bapa lebih baik ditinggal partai pendukung bapa atau ditinggal rakyat yang telah memilih bapa secara ikhlas? Coba pilih mana pa? sebagai orang yang memilih bapa, saya kadang jengkel dengan orang-orang yang bisanya mengejek bapa, secara tidak langsung mereka itu mengejek saya, orang yang memilih bapa. Tapi kalo pada akhirnya bapa tetep memilih untuk tidak berubah, secara langsung saya bilang kalo saya kecewa terhadap bapa, dan menurut saya kecewa tuh lebih dari marah. Sebagai manusia kita tidak bisa membuat orang-orang sekeliling itu menyukai kita semua, buatlah sesuatu yang baik dan itu akan kembali baik untuk kita. Nabi juga dulu banyak yang ga sukanya pa, kenapa bapa tidak berani seperti beliau, bapa sendiri sering member pidato, kita harus mencontoh nabi, tapi kenapa bapa sendiri takut untuk mencoba?! Saya tahu memimpin Negara ini berat dan tidak mudah, sangat berat mengingat luasnya Negara ini, tapi kalau bapa bertindak benar, menjalankan mandat rakyat dengan benar pula, bapa tidak sendiri dalam memimpin Negara besar ini, kami selaku rakyat akan ikhlas mendukung bapa, tanpa imbalan sekali, tidak seperti partai pendukung bapa yang meminta kursi di pemerintahan, kita tidak akan meminta apapun, trust me it works.

Sekalian surat ngawur dari saya.


National Geographic


Bahasa yang “Hilang” ditemukan kembali di belakang surat berumur 400 tahun


Bahasa asli Peru ditemukan kembali di sisa-sisa gereja.


Published 27 Agustus 2010

Menurut para arkeolog, catatan yang berada di bagian belakang surat berumur 400 tahun ini mengungkapkan bahasa yang tidak diketahui sebelumnya, pernah digunakan sebagai alat komunikasi oleh masyarakat utara peru jaman dahulu. Catatan ini ditulis oleh seorang penulis spanyol kemudian hilang selama 4 abad lamanya, dan akhirnya ditemukan di reruntuhan gereja kuno kolonial spanyol pada tahun 2008. Tetapi para ahli bahasa dan ilmuwan akhir-akhir ini mengungkapkan pentingnya mengetahui kata-kata yang tertulis di sisi lain bagian surat.

“Meskipun [huruf] tidak memberitahu kami banyak, tetapi hal ini memberitahu kami tentang bahasa yang berbeda dari apa yang pernah kita ketahui sebelumnya dan ini menunjukkan bahwa mungkin ada lebih banyak di luar sana," kata pemimpin proyek Jeffrey Quilter, seorang arkeolog di Harvard Peabody Museum Arkeologi dan Etnologi.

Satu dari dua bahasa yang “hilang” telah di kenal? Menurut Quitler, bahasa asli ini, mungkin saja dipinjam dari Quecha, karena hingga saat ini masih dipakai oleh penduduk asli peru. Satu dari dua bahasa asli ini memerlukan lidah yang unik untuk mengucapkannya, oleh sebab itu penduduk disana memakai bahasa ini untuk membahasakan text-text kontemporer, contohnya “Quingnam” dan “Pescadora” sebuah kata yang dikenal dikalangan nelayan. Para ahli memaparkan fakta dua persamaan lidah yang telah diartikan berbeda bahasanya oleh para ahli taurat spanyol. Persamaan terjadi dalam penulisan terjemahan nomer, dimana bahasa yang “hilang” ini memakai system 10 angka dan juga angka decimal,sesuai dengan aturan bahasa Inggris. Sementara suku Inca memakai system 10 angka, banyak budaya yang tidak menerapkan system ini, contohnya Suku Maya menurut Quitler, mereka memakai system 20 angka.

Ketidakberuntungan Gereja adalah Kekuatan Arkeolog

Surat ini ditemukan pada saat penggalian gereja di gereja “de Magdalena Cao Viejo” di Kompleks penelitian El Brujo di Peru Utara (National Geographic Society, yang memiliki National Geographic News, menjadi sponsor dari penelitian ini di masa lalu)

Menurut Quitler, Gereja yang melayani masyarakat kota terdekat yang pernah dihuni oleh masyarakat adat ini dipaksa pindah tempat oleh Spanyol, mungkin hal ini dilakukan bertujuan untuk konversi kekristenan. Quitler pun menambahkan, Fragment yang menggiurkan ini hanya satu dari ribuan kertas bersejarah yang ditemukan di tempat penelitian tersebut, baik yang telah diawetkan oleh iklim yang sangat kering dan juga runtuhan gereja.

“arkeolog itu hidup dari ketidakberuntungan orang lain”, ucap Quitler

Kolonial Spanyol, mengalami ketidakberuntungan dengan runtuhny gereja (sekitar pertengahan akhir abad ke 17) kertas-kertas tersebut terperangkap di kantor atau di perpustakaan dimana mereka menyimpannya.


Bahasa sebagai petunjuk Keragaman Budaya

Quitler melanjutkan, menemukan bahasa baru di Magdalena de Cao Viejo akan membantu untuk memperkuat keragaman budaya ,yang ditemukan di awal masa colonial Amerika. Sesuai dengan petuah orang Cina yang mengatakan “semoga kamu hidup dalam waktu yang paling menarik” penemuan ini menurut Quitler adalah waktu yang paling menarik untuknya.

"Kita sering memikirkan sebuah konfrontasi dari Spanyol dan penduduk asli Amerika, tetapi di hampir setiap lokasi, dari Massachusetts hingga Peru, kami menemukan ini adalah konfrontasi dari beberapa kelompok yang beragam.", lanjut Quitler. Sebagai contoh, kolonialis dari beberapa bagian Eropa dikelompokkan ke dalam "Spanyol," dan di Amerika ada banyak orang yang berbicara bahasa yang berbeda dan memiliki kebiasaan yang berbeda. Semua hal ini menunjukkan bahwa betapa kaya dan beragamnya dunia ini.


Penemuan bahasa yang “hilang” dijelaskan dalam edisi September jurnal Antropolog Amerika.